A. Persaingan (competition)

Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik  perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

Beberapa Bentuk Persaingan

  1. Persaingan ekonomi
  2. Persaingan kebudayaan
  3. Persaingan kedudukan dan peranan
  4. Persaingan ras

Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

  1. Menyalurkan keinginan-keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif
  2. Sebagai jalan di mana keinginan, kepentingan, serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing
  3. Merupakan alat untuk mengadakan seleksi atas dasar gender dan sosial
  4. Persaingan dapat juga berfungsi sebagai alat untuk menseleksi yang akhirnya akan menghasilkan pembagian kerja yang efektif.

Hasil suatu persaingan adalah sebagai berikut:

  1. Kepribadian seseorang; apabila persaingan dilakukan secara jujur, maka akan dapat mengembangkan rasa sosial dalam diri seseorang.
  2. Kemajuan; dalam masyarakat yang berkembang dan maju dengan cepat, para individu perlu menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut
  3. Solidaritas kelompok; selama persaingan dilakukan secara jujur, solidaritas kelompok tidak akan goyah.
  4. Disorganisasi; perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial.

B. Kontravensi (contravension)

Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Sikap tersembunyi tersebut dapat berubah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.

Tipe-Tipe Kontravensi

Menurut von Wiese dan Becker, terdapat 3 (tiga) tipe umum kontravensi yaitu:

  1. Kontravensi generasi masyarakat; lazim terjadi terutama saat ini di mana perubahan-perubahan terjadi dengan cepat.
  2. Kontravensi yang menyangkut gender; terutama menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga
  3. Kontravensi parlementer; berkaitan dengan hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat, baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga-lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dan seterusnya.

C. Pertentangan (Pertikaian atau conflict)

Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan.

Sebab-sebab dari pertentangan adalah:

  1. Perbedaan antara individu-individu
  2. Perbedaan kebudayaan
  3. Perbedaan kepentingan
  4. Perubahan sosial

Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus, antara lain:

  1. Pertentangan pribadi
  2. Pertentangan rasial
  3. Pertentangan antara kelas-kelas sosial
  4. Pertentangan politik
  5. Pertentangan yang bersifat internasional

Akibat-akibat bentuk pertentangan adalah:

  1. Tambahnya solidaritas in group
  2. Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut
  3. Perubahan kepribadian para individu
  4. Hancunya harta benda dan jatuhnya korban jiwa
  5. Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak.
2021-01-07T18:59:00+00:00